TAJUKNASIONAL.COM Presiden Amerika Serikat, Donald Trump kembali membuat pernyataan kontroversial!
Terbaru, Presiden AS ke-45 dan 47 itu menyatakan bahwa Amerika Serikat atau USA tidak benar-benar membutuhkan tentara sekutunya, NATO.
Khususnya pada perang Afghanistan yang dikobarkan Amerika Serikat mulai Oktober 2001 silam.
Perang itu berkobar selama 20 tahun lebih!
Dan merenggut ribuan nyawa.
Tak terkecuali tentara dari negara-negara Eropa yang tergabung dalam Pakta Pertahanan Atlantik Utara.
Baca Juga:Â Menlu Sugiono soal Trump Ingin Kuasai Greenland: RI Ambil Posisi Non Blok
Alias NATO.
Pernyataan terkait Amerika yang tak butuh bantuan pasukan NATO pada perang Afghanistan tersebut diungkapkan Donald Trump saat wawancara dengan Fox News pada Kamis (22/1/2026) lalu.
Mendengar pernyataan Donald Trump itu, sejumlah pentolan NATO berang bukan kepalang!
Dirangkum dari Reuters, satu di antaranya yang melayangkan kritik keras adalah seorang pensiunan Jenderal asal Polandia, yakni Roman Polko.
Ia yang pernah bertugas sebagai komandan pasukan khusus di bawah bendera NATO di Afghanistan itu menyebut pernyataan Donald Trump tersebut sebagai sebagai pelanggaran serius!
Baca Juga:Â Donald Trump Undang Lebih dari 60 Negara Gabung Dewan Perdamaian Gaza, Indonesia Ikut Diundang
Tak tanggung-tanggung, ia menuntut Donald Trump mengeluarkan permintaan maaf atas komentar kontroversial tersebut.
“Kami membayar aliansi ini (NATO) dengan darah,”
“Banyak dari kami mengorbankan nyawa (terutama di Perang Afghanistan),” ujar Roman Polko.
Banjir Kritik
Kritik keras juga datang dari orang-orang penting dari negara-negara Anggota NATO lainnya.
Menteri Pertahanan Polandia Wladyslaw Kosiniak-Kamysz yang juga orang penting di NATO misalnya, juga melayangkan protes serupa.


