Beberapa waktu lalu, Donald Trump memutuskan menghentikan banyak dana sosial atau sumbangan.
Termasuk ke PBB.
Padahal, Negeri Paman Sam (julukan Amerika Serikat) adalah satu di antara kontributor terbesar PBB soal pendanaan.
Menurut regulasi PBB, jumlah uang kontribusi yang wajib disetorkan setiap negara ditentukan oleh ukuran ekonomi masing-masing.
Amerika Serikat yang merupakan raksasa ekonomi dunia, diberiikan kewajiban menanggung 22 persen dari anggaran inti PBB.
Baca Juga:TNI Siap Kirim Pasukan ke Gaza Setelah PBB Bentuk ISF, Menunggu Keputusan Presiden
Sementara di tempat kedua, ada China sebesar 20 persen.
Namun, hingga akhir 2025, total tunggakan iuran PBB mencapai rekor baru!
Di mana ada sekitar US$1,57 miliar dana yang seharusnya masuk dalam kas PBB, tidak disetor negara terkait.
Sehingga memaksa kas PBB kering kerontang.
Namun Antonio Guterres, tak membuka ke publik negara masa saja uang menunggak kewajiban iuran PBB tersebut. (*)


