Wakil Menteri Luar Negeri Taiwan, Chen Ming-chi, mengatakan pihaknya “tidak terlalu mencemaskan komunikasi telepon tersebut”.
“Kami justru menilai hal itu dapat membantu menjaga stabilitas,” katanya.
Sementara itu, Xi dan Putin menegaskan penguatan hubungan China–Rusia, di tengah dinamika geopolitik pascainvasi Rusia ke Ukraina.
Panggilan ini juga terjadi saat perunding Rusia, Ukraina, dan AS digelar di Abu Dhabi dalam putaran baru upaya mengakhiri perang yang mendekati empat tahun.
Di tengah berbagai tekanan eksternal dan dinamika domestik, panggilan beruntun ini memperlihatkan pesan utama Beijing: China ingin tampil sebagai aktor yang aktif, percaya diri, dan mampu menjaga kanal komunikasi dengan dua kutub besar dunia, bahkan ketika hubungan keduanya tidak selalu sejalan.
Baca dan Ikuti Media Sosial Tajuk Nasional, KLIK DISINI


