Minggu, 4 Januari, 2026

Donald Trump Klaim AS Tangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro, Situasi Politik Caracas Memanas

TAJUKNASIONAL.COM Situasi politik Venezuela mendadak memanas setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim bahwa militer AS telah melancarkan serangan besar-besaran ke negara tersebut dan menangkap Presiden Venezuela, Nicolás Maduro.

Pernyataan mengejutkan itu disampaikan Trump melalui akun media sosial Truth Social pada Sabtu (3/1/2026) waktu setempat.

“Amerika Serikat telah berhasil melaksanakan serangan berskala besar terhadap Venezuela dan pemimpinnya, Presiden Nicolas Maduro, yang bersama istrinya telah ditangkap dan diterbangkan keluar dari negara tersebut,” tulis Trump dalam unggahannya.

Klaim tersebut langsung mengundang perhatian dunia internasional.

Hingga berita ini diturunkan, pemerintah Venezuela belum memberikan konfirmasi resmi terkait pernyataan Trump.

Baca Juga: Donald Trump Gugat BBC Rp83 Triliun, Tuduh Dokumenter Soal Capitol 6 Januari Menyesatkan

Namun demikian, laporan ledakan di ibu kota Caracas dan beberapa wilayah lain memperkuat spekulasi adanya operasi militer berskala besar.

Reuters melaporkan, helikopter militer terlihat terbang rendah di atas kepulan asap yang membumbung di sejumlah titik di Caracas pada Sabtu pagi waktu setempat.

Jika klaim Trump terbukti benar, langkah ini berpotensi menjadi intervensi militer langsung Amerika Serikat terbesar di Amerika Latin sejak invasi Panama pada 1989 yang menggulingkan Manuel Noriega.

Ketegangan antara Washington dan Caracas memang terus meningkat dalam beberapa bulan terakhir. Pemerintahan Trump menuding Presiden Maduro memimpin apa yang disebut sebagai “negara narkoba” serta memanipulasi hasil pemilu.

Tuduhan itu berulang kali dibantah oleh pemerintah Venezuela.

Di sisi lain, Maduro justru sempat menyampaikan sinyal terbuka untuk berdialog dengan Amerika Serikat.

Dalam wawancara dengan televisi pemerintah Venezuela, Maduro mengatakan siap membuka pembicaraan dengan AS terkait isu perdagangan narkoba dan minyak.

Baca Juga: Presiden AS Donald Trump Puji Prabowo di KTT ASEAN: Indonesia Diakui Berperan Besar dalam Perdamaian Timur Tengah

“Kami siap berdialog di mana pun mereka mau dan kapan pun mereka mau,” ujar Maduro dalam wawancara tersebut, sehari sebelum klaim penangkapannya mencuat.

Maduro juga menghindari pertanyaan terkait pernyataan Trump sebelumnya mengenai serangan terhadap fasilitas dermaga di Venezuela. Ia hanya menyebut isu tersebut “bisa dibicarakan dalam beberapa hari ke depan”.

- Advertisement -
- Advertisement -spot_imgspot_img
Berita Terbaru
- Advertisement -
Berita Lainnya
Rekomendasi Untuk Anda
- Advertisement -
- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini