Rabu, 7 Januari, 2026

Donald Trump Ancam Presiden Interim Venezuela Delcy Rodriguez, Tekanan AS Kian Menguat Pasca Penangkapan Maduro

TAJUKNASIONAL.COM Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan pernyataan keras terhadap Venezuela.

Kali ini, Trump mengancam Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodriguez, yang kini menjabat sebagai presiden interim, agar mematuhi keinginan Washington atau menghadapi konsekuensi yang lebih buruk dibanding Presiden Nicolas Maduro.

“Jika dia tidak melakukan hal yang benar, dia akan membayar harga yang sangat mahal, mungkin lebih besar daripada Maduro,” ujar Trump, dikutip dari Bloomberg News, Senin (5/1/2026).

Ancaman tersebut mempertegas sikap Trump sebelumnya yang menyatakan pasukan militer AS di lapangan tidak akan diperlukan selama Rodriguez “melakukan apa yang kami inginkan.”

Pernyataan ini muncul setelah AS melakukan agresi militer ke Venezuela dan menangkap Presiden Nicolas Maduro, yang kemudian dibawa ke Amerika Serikat untuk menghadapi dakwaan federal.

Baca Juga: Korea Utara Kecam Penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh Amerika Serikat

Delcy Rodriguez, dalam pernyataan publiknya pada Sabtu, mengambil nada yang lebih moderat.

Ia menyerukan agar AS memulangkan Maduro, namun di saat yang sama membuka peluang hubungan yang “saling menghormati” dengan Washington.

Sikap ini dinilai sebagian analis sebagai upaya Rodriguez meredakan ketegangan sekaligus mengonsolidasikan kekuasaan di tengah situasi politik yang genting.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menegaskan bahwa Washington tidak akan menilai Venezuela dari retorika politik semata.

“Kami akan menilai apa yang mereka lakukan, bukan apa yang mereka katakan secara publik selama masa transisi,” kata Rubio dalam wawancara dengan CBS, Face the Nation, Minggu.

Ia menambahkan bahwa AS akan terus memantau langkah-langkah Rodriguez ke depan.

Trump juga memperingatkan potensi gelombang kedua serangan militer AS jika kerja sama tidak terwujud.

“Semua tokoh politik dan militer di Venezuela harus memahami bahwa apa yang terjadi pada Maduro bisa terjadi pada mereka,” tegas Trump.

Di balik tekanan politik dan militer tersebut, fokus utama Trump tampak tertuju pada sektor minyak Venezuela.

Baca Juga: Profil Nicolas Maduro Presiden Venezuela yang Ditangkap Amerika Serikat, Pernah jadi Supir Bus

Ia kembali menegaskan rencana mengirim perusahaan minyak besar AS untuk merekonstruksi infrastruktur energi negara itu.

“Kami akan mengirim perusahaan-perusahaan minyak AS yang sangat besar, menghabiskan miliaran dolar, memperbaiki infrastruktur yang rusak parah, dan mulai menghasilkan uang bagi negara itu,” ujar Trump dalam konferensi pers.

- Advertisement -
- Advertisement -spot_imgspot_img
Berita Terbaru
- Advertisement -
Berita Lainnya
Rekomendasi Untuk Anda
- Advertisement -
- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini