Mencapai level terndahnya dalam sepekan terakhir.
Indeks Dollar USD bahkan terkoreksi sekitar 0,53% terhadap enam mata uang utama.
Itu menandai kinerja satu hari terburuknya dalam enam minggu.
Aksi jual yang populer dengan sebutan “Sell America” di pasar Eropa benar-benar menjadi pukulan telak bagi Dolar Amerika.
Baca Juga:Â Amerika Dilanda Kerusuhan, Donald Trump Ancam Bubarkan Demonstran dengan Undang-undang Pemberontakan
Analis pasar di IG di Sydney, Tony Sycamore dirangkum dari Reuters mengungkapkan, aksi para investor menjual aset dolar karena kekhawatiran akan ketidakpastian yang berkepanjangan dari aksi Donald Trump.
Terutama konflik yang dbuat Presiden AS itu terhadap sekutunya sendiri akibat isu pencaplokan Greenland dari Denmark.
“Aliansi yang tegang, hilangnya kepercayaan pada kepemimpinan AS, potensi pembalasan, dan percepatan tren de-dolarisasi (jadi pemicu rontoknya Dolar Amerika),” kata Tony Sycamore. (*)


