Tapi mengedepankan kepentingan nasional Amerika Serikat saja.
Dukungan Penuh NATO
Aksi koboi Presiden AS Donald Trump terhadap sekutunya sendiri di Pakta Pertahanan Utara atau NATO tersebut sontak saja mendapat perlawanan.
Sebagai sesama anggota NATO, Jerman hingga Prancis menyatakan dukungannya kepada Denmark.
Sekaligus mengirim pesan kritikan kepada Amerika Serikat, sekutu mereka di NATO.
Apalagi berdasarkan Pasal 5 Piagam NATO, serangan bersenjata terhadap satu anggota dianggap sebagai serangan terhadap semua anggota.
Sehingga akan menjadi keanehan jika Amerika Serikat yang merupakan pentolan di NATO, menyerang aggota pakta pertahannya sendiri.
Terutama Denmark sang pemilik sah Greenland saat ini.
Tak pelak, Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte kemudian bermanuver.
Senin kemarin, Mark Ruttte bertemu dengan Menteri Pertahanan Denmark Troels Lund Poulsen.
Ia bertemu pula dengan Menteri Luar Negeri Greenland Vivian Motzfeldt untuk membahas proposal penguatan keamanan di Arktik.
Termasuk pembentukan misi NATO bersama di wilayah Denmark tersebut.
Mark Rutt terang-terangan menyatakan keamanan di Arktik adalah “keamanan kolektif kita”.
Ia juga mewacanakan rencana peningkatan investasi Copenhagen dalam kemampuan pertahanannya.
“Kami akan terus bekerja sama sebagai Sekutu dalam isu-isu penting ini,” kata Mark Rutte dirangkum dari Reuters, Rabu (21/1/2026). (*)


