Selasa, 6 Januari, 2026

Dari Noriega hingga Maduro: Jejak Pemimpin Dunia yang Ditangkap Amerika Serikat

TAJUKNASIONAL.COM Penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro oleh pasukan khusus Amerika Serikat (AS) di Caracas pada Sabtu (3/1/2026) kembali menegaskan peran Washington sebagai “polisi dunia”.

Operasi militer besar-besaran tersebut langsung memicu kontroversi internasional karena menyentuh isu sensitif kedaulatan negara berdaulat.

Sejumlah negara dan pengamat politik internasional menilai langkah AS sebagai bentuk intervensi politik yang berlebihan.

Namun, pemerintah Amerika Serikat berdalih bahwa penangkapan Maduro dilakukan demi menegakkan hukum internasional serta menjaga stabilitas kawasan Amerika Latin.

Baca Juga: Profil Nicolas Maduro Presiden Venezuela yang Ditangkap Amerika Serikat, Pernah jadi Supir Bus

“Amerika Serikat bertindak untuk melindungi keamanan regional dan menegakkan supremasi hukum internasional,” demikian salah satu pembenaran yang kerap disampaikan Washington dalam berbagai kasus serupa.

Sejarah mencatat, Nicolás Maduro bukanlah pemimpin pertama yang ditangkap atau ditahan atas keterlibatan langsung Amerika Serikat. Berikut deretan pemimpin dunia yang pernah bernasib serupa.

Kasus paling terkenal adalah Manuel Noriega, penguasa militer Panama, yang ditangkap pada 1989.

Melalui Operasi Just Cause, pasukan AS menginvasi Panama dengan dalih memberantas perdagangan narkoba.

Noriega sempat bersembunyi di Kedutaan Vatikan sebelum akhirnya menyerah. Ia kemudian dibawa ke Miami, diadili, dan dipenjara hingga wafat pada 2017.

Nama lain yang tak kalah kontroversial adalah Saddam Hussein, mantan Presiden Irak. Saddam ditangkap pada 13 Desember 2003 dalam Operasi Red Dawn, sembilan bulan setelah invasi AS ke Irak.

Ia ditemukan bersembunyi di lubang bawah tanah sempit di dekat Tikrit. Setelah melalui pengadilan Irak, Saddam dijatuhi hukuman mati dan dieksekusi pada 2006.

Baca Juga: Donald Trump Klaim AS Tangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro, Situasi Politik Caracas Memanas

Pada 2022, Amerika Serikat juga berperan besar dalam penangkapan Juan Orlando Hernández, mantan Presiden Honduras.

Hernández diekstradisi ke AS atas tuduhan perdagangan narkoba dan korupsi.

Penangkapan dilakukan setelah rumahnya dikepung aparat Honduras yang bekerja sama dengan Badan Pemberantasan Narkoba AS (DEA).

Ia menyerah tanpa perlawanan. Menariknya, Hernández secara kontroversial mendapat pengampunan dari Donald Trump pada akhir 2025.

- Advertisement -
- Advertisement -spot_imgspot_img
Berita Terbaru
- Advertisement -
Berita Lainnya
Rekomendasi Untuk Anda
- Advertisement -
- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini