Rabu, 11 Februari, 2026

AS Imbau Kapal Berbendera AS Menjauh dari Perairan Iran di Selat Hormuz, Ini Alasannya

TAJUKNASIONAL.COM Ketegangan di jalur pelayaran paling strategis di Timur Tengah kembali membuat sektor maritim siaga. Selat Hormuz yang menjadi pintu keluar-masuk Teluk Persia bukan hanya rute perdagangan energi, tetapi juga “barometer” eskalasi geopolitik.

Saat hubungan Washington dan Teheran memanas, perusahaan pelayaran biasanya langsung menghitung ulang risiko: dari potensi pemeriksaan paksa, gangguan navigasi, hingga ancaman penahanan kapal.

Dalam konteks itulah pemerintah AS kini mengeluarkan pedoman terbaru untuk kapal-kapal berbenderanya.

Administrasi Maritim Kementerian Perhubungan Amerika Serikat (AS) memerintahkan kapal-kapal berbendera AS yang melintas di Selat Hormuz menyingkir sejauh mungkin dari perairan Iran.

Dalam pernyataan pada Senin (9/2), Administrasi Maritim AS mengimbau agar kapal-kapal komersial Washington menghindari wilayah perairan Teheran guna meminimalisir risiko.

Baca Juga: Rapat Perdana Board of Peace Donald Trump 19 Februari 2026: Prabowo Diundang dan Siap Hadir?

“Diimbau agar kapal-kapal komersial berbendera AS yang melintasi perairan ini tetap berada sejauh mungkin dari laut teritorial Iran tanpa membahayakan keselamatan navigasi,” demikian imbauan tersebut. Pedoman itu juga merekomendasikan agar kapal yang berlayar ke arah timur di Selat Hormuz “melintas di dekat laut teritorial Oman”.

Administrasi Maritim AS turut mengingatkan bahwa “kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz dan Teluk Oman telah lama berisiko dicegat, diperiksa, dinaiki, ditahan, atau disita oleh pasukan Iran.” Karena itu, kapal-kapal diminta menyebutkan nama serta negara benderanya bila ditanya, menegaskan pelayaran sesuai hukum internasional, serta—jika aman—menolak izin naik (boarding) oleh pasukan Iran.

Namun, pedoman itu juga menekankan aspek keselamatan awak.

“Jika pasukan Iran menaiki kapal komersial berbendera AS, awak kapal tidak boleh melakukan perlawanan terhadap pasukan yang menaiki kapal. Menahan diri dari perlawanan bukan berarti setuju atau sepakat terhadap hal tersebut,” demikian isi pedoman tersebut.

Rekomendasi ini muncul setelah AS dan Iran menggelar pembicaraan tak langsung di Oman pada Jumat (6/2), di tengah meningkatnya ketegangan dan penambahan kehadiran militer AS di kawasan.

AP melaporkan Administrasi Maritim AS mengeluarkan peringatan baru agar kapal AS “tetap sejauh mungkin dari laut teritorial Iran”, sementara Selat Hormuz tetap krusial karena sekitar seperlima perdagangan minyak dunia melewatinya.

Baca Juga: Ketegangan AS-Iran Memuncak, Donald Trump Sebut “Banyak Kapal Besar” Dikerahkan ke Timur Tengah

Dalam beberapa hari terakhir, insiden di sekitar rute ini juga menjadi sorotan, termasuk laporan tentang kapal tanker berbendera AS yang didekati perahu bersenjata Iran sebelum melanjutkan pelayaran.

Selat Hormuz kerap disebut “jalur minyak terpenting di dunia” karena posisinya yang menghubungkan Teluk Persia dan Samudra Hindia.

Dengan pedoman terbaru ini, AS jelas ingin menekan risiko insiden di laut—sekaligus mengamankan pelayaran kapal-kapal dagang di tengah situasi yang mudah berubah.

Baca dan Ikuti Media Sosial Tajuk Nasional, KLIK DISINI

- Advertisement -
- Advertisement -spot_imgspot_img
Berita Terbaru
- Advertisement -
Berita Lainnya
Rekomendasi Untuk Anda
- Advertisement -
- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini