TajukNasional Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Jawa Barat Kombes Dodi Darjanto mengungkapkan bahwa hingga H+4 Lebaran atau Jumat (4/4), arus kendaraan yang kembali ke Bandung atau Jakarta melalui jalur di Jawa Barat terpantau ramai lancar.
Untuk mengatasi potensi kemacetan, kepolisian memberlakukan berbagai rekayasa lalu lintas, salah satunya sistem one way di Tol Trans Jawa dari KM 219 hingga KM 188. Selain itu, penerapan skema buka tutup juga dilakukan di beberapa titik, seperti di Gadog (Puncak) dan Nagreg.
“Ada one way lokal seperti di Gadog yang menerapkan buka tutup, begitu juga di Nagreg, ada one way lokal di sana,” jelas Dodi saat dihubungi pada Sabtu (5/4).
Dodi menambahkan bahwa sejak H+2 Lebaran (Rabu, 2/4) hingga Jumat malam, volume kendaraan arus balik, terutama yang melewati jalur selatan via Nagreg, Kabupaten Bandung, terus meningkat. Sebanyak hampir 300 ribu kendaraan tercatat melintas di jalur Nagreg, yang menghubungkan Tasikmalaya dan Garut menuju Bandung.
Ia memprediksi puncak arus balik akan terjadi pada Sabtu (5/4) sore hingga malam. “Puncak arus balik kemungkinan terjadi pada sore hari, sekitar pukul empat, lima, atau delapan malam,” ujar Dodi.
Dodi juga mengingatkan bahwa jam-jam krusial atau waktu dengan kepadatan kendaraan biasanya terjadi pada sore hingga dini hari. “Peningkatan arus terjadi sekitar pukul sembilan malam, kemudian berkurang, dan naik lagi pada pukul dua dini hari,” tambahnya.
Pihak kepolisian juga memastikan bahwa rekayasa lalu lintas akan terus disesuaikan dengan kondisi lalu lintas yang ada di jalan, dan jika diperlukan, akan dilakukan penambahan rekayasa lebih lanjut sesuai dengan volume kendaraan yang terpantau.