Senin, 3 Februari, 2025

IPW Sebut Bharada E Bukanlah Pelaku Utama Penembakan, Ada Dugaan Irjen Ferdy Sambo Terlibat

TajukPolitik – Indonesia Police Watch (IPW) menduga Bharada E bukanlah pelaku utama dalam peristiwa penembakan di rumah eks Kadiv Propam Polri, Irjen Ferdy Sambo. Hal itu terlihat dari harapan keluarga yang dibaca oleh IPW bahkan disebut sebagai harapan mayoritas publik.

Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso mengatakan, publik tidak percaya pelaku penembakan hanya Bharada E. Publik menduga Irjen Ferdy Sambo terlibat dalam penembakan tersebut.

“Sampaikan apa adanya termasuk didalamnya kalau Irjen Ferdy Sambo terlibat dalam penembakan,” kata Sugeng dalam keterangan, Rabu (3/8).

Sugeng menyebut, kedatangan keluarga Brigadir J adalah sinyal untuk mendesak tim khusus melalui penyidik kepada Mahfud MD. Tujuannya, agar polisi menaati arahan Presiden Jokowi untuk mengusut tuntas dan jangan tertutup.

Ia memandang kedatangan keluarga Brigadir J yang mengadu kepada Mahfud MD adalah sinyal ketidakpercayaan pada proses kerja Polri melalui tim khusus. Upaya ini adalah bentuk tekanan politik pada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo agar mengawal kerja tim khusus untuk dapat memenuhi rasa keadilan keluarga Brigadir J.

“Kapolri harus memperhatikan manuver ini untuk kemudian bisa mengarahkan tim memenuhi harapan keluarga,” ujar Sugeng.

Sebelumnya, Mabes Polri menetapkan Bharada E sebagai tersangka dalam kasus adu tembak di rumah dinas mantan Kadiv Propam Polri, Irjen Ferdy Sambo. Hal ini juga sejalan dengan laporan dari keluarga Brigadir Yosua.

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Andi Rian mengatakan, penetapan terangka dilakukan setelah penyidik melakukan gelar perkara. Pemeriksaan terhadap saksi dan ahli maupun barang bukti sudah dilakukan.

“Kami menetapkan Bharada E sebagai tersangka,” kata Andi Rian di Mabes Polri, Rabu (3/8).

Andi Rian menyebut, Bharada E akan langsung diperiksa dengan status barunya tersebut. Setelah diperiksa ia akan langsung menjalani masa penahanan.

Bharada E dijerat dengan pasal 338 KUHP juncto pasal 55 dan 56 KUHP.

“Bharada E di Bareskrim setelah ditetapkan tentu diperiksa sebagai tersnagka dan ditangkap dan langsung ditahan,” ujar Andi Rian.

- Advertisement -spot_imgspot_img
Berita Terbaru
- Advertisement -spot_img
Berita Lainnya
Rekomendasi Untuk Anda
- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini