Menurutnya, konsep industri hijau harus menjadi standar operasional, bukan sekadar slogan.
“Keberlanjutan kini menjadi tuntutan global. Jika Jakarta ingin tetap kompetitif dan menarik investor, standar lingkungan harus diterapkan secara konsisten,” katanya.
Dalam pandangan Fraksi Partai Demokrat–Perindo, RPIP sebagai turunan dari RPJPD 2025–2045 menandai perubahan besar arah industri Jakarta.
Kontribusi industri pengolahan nonmigas terhadap PDRB diproyeksikan menurun, sementara investasi dan penyerapan tenaga kerja justru meningkat.
Hal ini menunjukkan Jakarta diarahkan menjadi pusat pengelolaan, teknologi, dan jasa industri bernilai tambah.
Namun, Sekretaris Komisi A DPRD DKI Jakarta itu mengingatkan pentingnya kebijakan pendukung, terutama di bidang pendidikan dan vokasi tenaga kerja.
Tanpa kesiapan sumber daya manusia lokal, investasi dikhawatirkan lebih banyak menyerap tenaga kerja dari luar daerah.
Baca juga: Kinerja Pelayanan Publik Pemkab Bangkalan Menurun, Fraksi Demokrat Tuntut Bupati Bertanggung Jawab
Fraksi Demokrat pun mendorong Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperkuat pengawasan dan transparansi pelaksanaan RPIP agar pembangunan industri benar-benar memperkuat ekonomi lokal dan berkelanjutan.


