Selasa, 20 Januari, 2026

Waspada! Ini Dampak Nail Art dan Cat Kuku Bagi Kesehatan

Bahan ini diketahui mampu menghilangkan minyak alami kuku, sehingga kuku menjadi rapuh, mudah patah, dan menipis.

Tak hanya kuku, kulit di sekitarnya pun dapat mengalami iritasi.

Dampak nail art juga berkaitan dengan prosedur gel polish yang menggunakan lampu UV atau LED.

Paparan sinar UVA serta kandungan kimia dalam cat kuku menjadi perhatian serius.

Sejumlah produk diketahui mengandung formaldehida, toluene, dan dibutyl phthalate (DBP) yang berisiko menimbulkan reaksi alergi, gangguan pernapasan, hingga masalah kesehatan jangka panjang jika terpapar terus-menerus.

Risiko ini jauh lebih besar bagi pekerja salon kuku yang terpapar bahan kimia setiap hari.

Paparan berulang dalam konsentrasi tinggi dapat meningkatkan potensi gangguan kesehatan kronis.

Di Indonesia, Kementerian Kesehatan juga mengingatkan bahwa beberapa produk kuteks dapat mengandung logam berat dan zat berbahaya lainnya.

Sebagai langkah pencegahan, masyarakat disarankan memilih produk yang terdaftar BPOM, membatasi frekuensi penggunaan cat kuku, menjaga kebersihan alat manicure, serta memberi waktu istirahat bagi kuku.

Baca juga: Pernikahan Dini Kembali jadi Sorotan, Dokter Ingatkan Risiko Kesehatan Serius

Dengan kesadaran tersebut, nail art tetap dapat dinikmati tanpa mengorbankan kesehatan.

- Advertisement -
- Advertisement -spot_imgspot_img
Berita Terbaru
- Advertisement -
Berita Lainnya
Rekomendasi Untuk Anda
- Advertisement -
- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini