Untuk meminimalkan risiko tersebut, dot dengan desain orthodontic kerap direkomendasikan.
Dot jenis ini dirancang mengikuti kontur alami mulut bayi sehingga memberikan ruang gerak yang lebih fisiologis bagi lidah dan mendistribusikan tekanan secara lebih merata.
Posisi lubang dot yang berada di tengah membantu mengatur aliran susu agar bayi tetap aktif mengisap dan mengurangi risiko tersedak atau kolik.
Meski demikian, para ahli menekankan bahwa penggunaan dot tetap perlu dibatasi sesuai usia.
Pada usia di atas satu tahun, anak disarankan mulai beralih ke gelas atau training cup.
Penggunaan botol yang terlalu lama, terutama hingga melewati usia dua tahun, dapat meningkatkan risiko gangguan pertumbuhan rahang dan gigi.
Baca juga:Â DPR RI Soroti Dapur MBG, Sanitasi SPPG Dinilai Berisiko bagi Kesehatan
Pemilihan dot botol susu yang tepat, disertai durasi penggunaan yang sesuai, menjadi salah satu langkah penting bagi orang tua dalam mendukung kesehatan mulut dan tumbuh kembang anak sejak dini.


