Gejala hiperglikemia meliputi rasa haus berlebihan, sering buang air kecil, cepat lelah, dan luka sulit sembuh.
Sementara hipoglikemia ditandai dengan pandangan berkunang-kunang, pusing, lemas, hingga kehilangan kesadaran.
Penderita harus membatalkan puasa jika gula darah turun di bawah 60 mg/dL atau muncul gejala hipoglikemia.
dr. Andi menekankan pentingnya konsultasi dengan dokter sebelum Ramadan.
Penyesuaian jadwal makan, sahur, berbuka, pola makan, dan obat-obatan harus direncanakan dengan baik agar puasa tetap aman.
“Puasa bukan hal yang mustahil bagi penyandang diabetes. Yang paling penting adalah pengawasan dan komunikasi dengan dokter,” kata dr. Andi.
Baca juga: Jangan Salah! Dokter ungkap Mitos Konsumsi Buah-buahan untuk Penderita Diabetes
Dengan persiapan yang tepat, pasien diabetes bisa menjalankan puasa dengan lebih tenang tanpa mengorbankan kesehatan.


