Pekerjaan dimulai sejak 13 Juni 2025 dengan masa pelaksanaan 365 hari dan nilai kontrak Rp21,7 miliar. Progres hingga awal November 2025 telah mencapai 74,83 persen.
Lingkup pekerjaan meliputi penanganan longsor di 12 titik, terdiri atas 10 titik perkuatan tebing menggunakan Geomat Tipe III dengan sistem vegetasi, dan dua titik pemasangan jaring kawat tarik tinggi.
Selain itu, dilakukan penanaman vegetasi taplok serta pemasangan CCTV pemantau tebing secara real time.
Menariknya, dua titik paling kritis menggunakan teknologi baru berbasis material impor dari Eropa untuk memastikan hasil yang lebih efektif dan tahan lama.
“Materialnya impor, tapi pengerjaannya dilakukan di Indonesia. Ini bentuk inovasi penanganan infrastruktur berbasis teknologi,” tambah Dody.
Ia menegaskan, ruas Medan–Berastagi menjadi prioritas nasional karena merupakan jalur utama transportasi, ekonomi, dan wisata Sumatera Utara.
Baca juga: Siaga dan Tanggap Darurat Bencana, Kementerian PU Siapkan Anggaran Rp351,83 Miliar
Dengan rampungnya proyek ini, diharapkan arus kendaraan menuju Berastagi akan kembali lancar dan aman menjelang liburan akhir tahun.


