Workshop on-site digelar di Hotel Kyriad Aceh, diikuti presentasi karya peserta kepada Menteri Ekraf sebelum dipamerkan pada showcase malam hari di Taman Budaya Aceh.
Program ini menargetkan peningkatan kualitas inovasi, penguatan ekosistem kriya, serta pembukaan pasar baru yang berkelanjutan.
Sebanyak 15 peserta dari tiga jenama terpilih—Pucok (Banda Aceh), Fitri Souvenir (Pidie), dan Publo (Aceh Utara)—mengikuti pendampingan intensif mencakup penguatan desain dan pengembangan produk.
Program ini menghadirkan mentor berpengalaman, Aprina Murwanti dari Rumpun Consulting, yang juga terlibat dalam Indonesia–French Seminar on Fashion & Craftsmanship.
Melalui KRIYASI Aceh 2025, pemerintah menegaskan komitmen memperkuat subsektor kriya agar semakin berdaya saing dan mampu menembus rantai nilai industri kreatif nasional maupun global.
Acara turut dihadiri Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal, perwakilan DPRA, serta jajaran Kemenekraf.


