“Penduduk desa lebih butuh modal daripada bangunan megah yang sulit dikelola,” katanya.
Ia menambahkan, sebagian desa hanya memiliki sekitar 500 orang, sehingga alokasi dana lebih efektif jika menjadi modal usaha koperasi.
Pengalaman resesnya di dapil memperlihatkan banyak koperasi kecil kesulitan memulai usaha, misalnya membuka agen LPG 3 kilogram karena modal terbatas.
Selain modal, Zulfikar menekankan pentingnya pelatihan manajemen dasar bagi pengurus koperasi, termasuk akuntansi sederhana dan penggunaan perangkat komputer.
Ia juga mengingatkan potensi benturan dengan Bumdes atau koperasi yang sudah ada jika GRE hadir tanpa koordinasi.
Baca juga: RKUHAP Disahkan, Demokrat Ingatkan Pentingnya Komitmen Aparat Penegak Hukum
“Fokus pemerintah sebaiknya pada pemodalan koperasi desa, peningkatan kualitas SDM melalui pelatihan manajemen dan bisnis, serta pengawalan jangka panjang organisasi koperasi merah putih,” pungkasnya.


