Pada sisi lain, kondisi itu membuat emas akan dipandang sebagai safe haven alias aset aman untuk investasi.
Sehingga membuat harga emas 2026 akan melejit.
Faktor dalam negeri Indonesia
Sementara dari faktor dalam negeri, kekhawatiran pelemahan mata uang Rupiah Indonesia atau IDR terhadap mata uang asing jadi faktor pelejit lainya.
Saat ini, Rupiah sempat menyentuh level Rp 16.890 per dolar AS atau USD.
Jika mata uang Rupiah terus dalam tren melemah, maka akan membuat emas sekali lagi jadi pilihan Safe Haven.
Baca Juga:Â Profil Aero Sutan Aswar, Peraih Mendali Emas SEA Games 2025 dari Cabang Endurance Open Jetski
Hal ini lantaran harga emas dunia dihargai dalam satuan Dollar Amerika Serikat atau USD.
Tak mengherankan jika kemudian lembaga keuangan internasional macam Goldman Sachs dan JP Morgan memperkirakan harga emas dunia bisa menuju $ 4.800 – $5.000 per ons.
Jika dikonversi ke dalam mata uang Rupiah, maka itu akan ekuivalen dengan Rp 2,8 juta hingga Rp 3 jutaan per gram.
Jika nilai mata uang Rupiah terus terkoreksi terhadap Dolar AS, maka jumlahnya akan berlipat.
Amankah emas sebagai pilihan investasi?
Lantas, apakah aman jika menjadikan investasi emas sebagai pilihan investasi?
Perlu diketahui, memilih emas sebagai Safe Haven haruslah bijak.
Lantaran nilai volatilitas emas yang cukup dinamis.
Baca Juga:Â Profil Basral Graito Hutomo, Skateboarder Muda Indonesia Peraih Emas SEA Games 2025
Termasuk potensi koreksi harga emas yang bisa saja turun tiba-tiba.
Satu di antaranya adalah jika terjadi aksi jual di pasar global sebagai aksi profit taking di tengah melejitnya harga emas. (*)


