TAJUKNASIONAL.COM Timnas Indonesia akan menghadapi Thailand pada final FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (5/10/2026).
Sebelum duel perebutan gelar juara tersebut, statistik perjalanan kedua tim menuju final menunjukkan sejumlah perbedaan.
Indonesia melaju ke final dengan catatan belum terkalahkan dalam tiga pertandingan. Skuad Garuda mencatat dua kemenangan dan satu hasil imbang, sedangkan Thailand membukukan dua kemenangan dan satu kekalahan.
Indonesia mengawali perjalanan dengan kemenangan 2-0 atas Singapura pada 25 September. Empat hari kemudian, tim asuhan John Herdman bermain imbang 0-0 melawan Malaysia.
Pada pertandingan terakhir Grup A, Indonesia menang besar 9-2 atas Bangladesh. Hasil tersebut membuat Indonesia mengoleksi tujuh poin dan lolos ke final setelah unggul dalam jumlah gol yang dicetak atas Malaysia.
Thailand Menang atas Pakistan dan Vietnam
Thailand juga mengamankan tiket final setelah memenangi dua pertandingan awal Grup B. Gajah Perang mengalahkan Pakistan 4-0 pada 26 September, kemudian menundukkan Vietnam 2-0 pada 29 September.
Thailand kemudian menutup fase grup dengan kekalahan 1-2 dari Filipina pada 2 Oktober. Meski kalah, Thailand tetap berada di posisi teratas Grup B dan melaju ke final.
Dengan demikian, kedua tim sama-sama memainkan tiga pertandingan sebelum final. Indonesia mencatat dua kemenangan dan satu imbang, sedangkan Thailand dua kemenangan dan satu kekalahan.
Indonesia Lebih Produktif Mencetak Gol
Dari sisi produktivitas, Indonesia mencetak 11 gol dalam tiga pertandingan. Jumlah tersebut sebagian besar didapat saat menghancurkan Bangladesh dengan skor 9-2.
Mitchell Baker menjadi pencetak gol terbanyak Indonesia dengan koleksi lima gol. Rizky Ridho, Justin Hubner, Luke Vickery, Kevin Diks, Ragnar Oratmangoen dan Ole Romeny juga masuk dalam daftar pencetak gol Garuda. FIFA mencatat Baker mencetak lima gol dalam kemenangan atas Bangladesh.
Sementara itu, Thailand mencetak 7 gol dalam tiga pertandingan. Teerasak Poeiphimai menjadi salah satu pemain yang mencatatkan dua gol, sementara Iklas Sanron, Chaiyaphon Otton, Jude Soonsup-Bell dan Sarach Yooyen masing-masing menyumbangkan gol dalam perjalanan Thailand menuju final.
Lini Belakang Kedua Tim
Indonesia memang lebih produktif, tetapi Thailand memiliki catatan pertahanan yang relatif rapat. Hingga final, Thailand kebobolan 2 gol, sama dengan Indonesia.
Dua gol yang bersarang di gawang Thailand terjadi ketika mereka kalah 1-2 dari Filipina. Sebelumnya, Thailand mencatat kemenangan 4-0 atas Pakistan dan 2-0 atas Vietnam tanpa kebobolan.
Indonesia juga kebobolan dua gol, semuanya terjadi saat menang 9-2 atas Bangladesh. Dalam dua pertandingan sebelumnya, Garuda mencatat clean sheet saat mengalahkan Singapura 2-0 dan bermain imbang 0-0 melawan Malaysia.
Dengan catatan tersebut, Indonesia dan Thailand sama-sama memiliki dua clean sheet dari tiga pertandingan.
Statistik Indonesia Vs Thailand Menuju Final
| Statistik | Indonesia | Thailand |
|---|---|---|
| Main | 3 | 3 |
| Menang | 2 | 2 |
| Imbang | 1 | 0 |
| Kalah | 0 | 1 |
| Gol | 11 | 7 |
| Kebobolan | 2 | 2 |
| Clean sheet | 2 | 2 |
Secara statistik, Indonesia memiliki produktivitas gol lebih tinggi dan belum terkalahkan.
Thailand mencatat jumlah kebobolan yang sama, tetapi harus menerima satu kekalahan di fase grup.
