TAJUKNASIONAL.COM Perkembangan terbaru investigasi kecelakaan helikopter PK-CFX di Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, mulai menemui titik terang.
Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menargetkan laporan awal atau preliminary report akan dirilis dalam waktu 30 hari sejak insiden terjadi.
Investigator KNKT, Dian Saputra, menyampaikan bahwa laporan awal tersebut akan memuat data faktual hasil investigasi di lapangan. Informasi yang dihimpun mencakup berbagai aspek penting, mulai dari kondisi cuaca saat kejadian hingga performa mesin helikopter sebelum mengalami kecelakaan.
“Dalam 30 hari kita akan keluarkan laporan awal yang berisi data faktual,” ujar Dian di Pontianak, Jumat (17/4/2026).
Meski demikian, KNKT menegaskan bahwa penyebab pasti jatuhnya helikopter hingga kini belum dapat disimpulkan. Proses investigasi masih berlangsung dan memerlukan analisis mendalam terhadap seluruh data yang telah dikumpulkan.
Baca Juga: Seluruh Penumpang Helikopter PK-CFX Jatuh di Sekadau Meninggal Dunia, Evakuasi Terkendala Medan
“Untuk penyebabnya saat ini belum bisa kita pastikan. Kita masih menunggu hasil analisis,” lanjutnya.
Salah satu tantangan dalam investigasi ini adalah tidak adanya perangkat perekam data penerbangan seperti Flight Data Recorder (FDR) maupun Cockpit Voice Recorder (CVR) pada helikopter tersebut. Berbeda dengan pesawat komersial, helikopter jenis ini tidak dilengkapi black box.
Sebagai alternatif, KNKT mengandalkan engine data recorder untuk mengumpulkan informasi teknis terkait performa mesin, termasuk kondisi oli, putaran mesin, serta parameter penting lainnya sebelum insiden terjadi.
Selain itu, tim investigasi juga melakukan pengumpulan data tambahan dari lokasi kejadian. Data tersebut mencakup kondisi puing, lingkungan sekitar, serta kemungkinan rekaman visual dari kamera yang dapat membantu merekonstruksi kronologi kecelakaan.
Untuk memastikan akurasi hasil investigasi, KNKT juga akan berkoordinasi dengan pihak manufaktur helikopter yang berbasis di Prancis. Langkah ini dilakukan guna mendalami aspek teknis serta memastikan tidak ada faktor yang terlewat dalam analisis.
KNKT menegaskan bahwa investigasi ini difokuskan pada aspek keselamatan penerbangan. Tujuannya bukan untuk mencari kesalahan individu, melainkan menghasilkan rekomendasi guna mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.
Baca Juga: Diduga Puing Helikopter PK-CFX Ditemukan di Sekadau, Ini Daftar Penumpangnya
Sementara itu, laporan akhir atau final report yang memuat penyebab kecelakaan secara menyeluruh diperkirakan baru akan dirilis dalam kurun waktu hingga 12 bulan.

