TAJUKNASIONAL.COM Industri baja nasional mencatat kinerja impresif sepanjang 2025 dan dinilai semakin strategis dalam menopang pertumbuhan ekonomi. Pemerintah menegaskan komitmen memperkuat daya saing melalui hilirisasi, perlindungan pasar domestik, serta transformasi menuju industri baja rendah karbon.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut sektor industri logam tumbuh 15,71 persen pada 2025, melampaui rata-rata manufaktur dan PDB nasional. Pernyataan itu disampaikan dalam Musyawarah Nasional ke-5 The Indonesian Iron & Steel Industry Association (IISIA) di Jakarta, Rabu (11/02).
“Kita patut bangga, di tahun 2025 sektor industri logam kita mencatatkan prestasi yang impresif. Pertumbuhan PDB sektor ini menembus angka 15,71 persen,” ujar Airlangga.
Baca Juga: Menko Airlangga Targetkan Ekonomi 8%, Industri Elektronik Jadi Andalan
Konsumsi baja domestik meningkat dari 18,6 juta ton pada 2024 menjadi 19,3 juta ton pada 2025, didorong sektor konstruksi—termasuk Program 3 Juta Rumah—manufaktur, dan otomotif. Dengan kapasitas produksi 16–17 juta ton per tahun dan utilisasi di bawah 70 persen, ruang peningkatan produksi masih terbuka lebar untuk substitusi impor.


