TAJUKNASIONAL.COM Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) menegaskan bahwa tantangan utama reformasi birokrasi bukan terletak pada kualitas aparatur, melainkan pada sistem yang belum sepenuhnya adaptif. Karena itu, transformasi birokrasi harus menempatkan manusia sebagai prioritas melalui budaya kerja yang sehat, produktif, dan kolaboratif.
Hal tersebut disampaikan dalam agenda SENERGI: Senin Bersinergi sekaligus peluncuran buku capaian Kemenko PMK Tahun 2025 berjudul Membangun Organisasi Cerdas dan Humanis: 107 Cerita dari Kemenko PMK di Tahun 2025 di Aula Heritage Kemenko PMK, Jakarta, Senin (9/2/2026).
Baca Juga:Â Menko PMK: Infrastruktur Tiga Provinsi Sumatra Pascabencana Sudah Pulih
Buku setebal 303 halaman itu ditulis oleh 155 pegawai dan memuat praktik serta inovasi internal dalam membangun smart ministry. Dalam pengantarnya, Menko PMK merumuskan tiga prinsip organisasi cerdas dan humanis.


