Jumat, 13 Februari, 2026

DPR RI Soroti Gap Produksi Susu Nasional, Chusnunia: Peluang Perkuat Industri dan Peternak

TAJUKNASIONAL.COM Kesenjangan antara kebutuhan dan produksi susu di dalam negeri kembali jadi sorotan, seiring target peningkatan gizi masyarakat dan dorongan substitusi impor di sektor pangan.

Di satu sisi, konsumsi susu Indonesia masih tertinggal dibanding banyak negara tetangga. Di sisi lain, kemampuan hulu, mulai dari populasi sapi perah, produktivitas, hingga kualitas susu segar—belum cukup untuk mengejar permintaan industri pengolahan.

Kondisi ini membuat rantai pasok susu nasional menghadapi tantangan struktural, tetapi sekaligus membuka ruang besar untuk ekspansi usaha peternakan dan penciptaan lapangan kerja.

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Chusnunia Chalim, menilai gap tersebut perlu ditangani serius karena menunjukkan tantangan sekaligus peluang strategis bagi penguatan industri susu nasional.

“Permintaannya dengan produksinya masih ada gap tinggi. Sisi lain juga ada tantangan raw material ini diproduksi dan tempat produksinya itu,” ujar Chusnunia usai melakukan kunjungan kerja spesifik Komisi VII DPR RI ke PT Frisian Flag Indonesia di Cikarang, Jawa Barat, Kamis (5/2/2026).

Baca Juga: DPR RI Soroti Penyalahgunaan Whip Pink, Komisi III Minta BNN Tindak Tegas Tren di Kalangan Remaja

Saat ini, konsumsi susu masyarakat Indonesia disebut berada di kisaran 16 liter-an per kapita per tahun—masih di bawah sejumlah negara ASEAN seperti Malaysia (50,9 liter), Singapura (46,1 liter), dan Vietnam (20,1 liter). Di level acuan, dokumen kajian DPR juga pernah menyebut ambang konsumsi minimum yang dikaitkan dengan FAO sebesar 30 kg per kapita per tahun.

Rendahnya konsumsi dan produksi berdampak pada tingginya ketergantungan impor. Kementerian Perindustrian menyatakan sekitar 80% kebutuhan bahan baku susu untuk industri pengolahan masih dipenuhi dari luar negeri.

Ketergantungan ini rentan terhadap fluktuasi harga global dan gangguan pasokan, sehingga penguatan sumber susu segar dalam negeri menjadi agenda penting.

Di sisi hulu, produktivitas sapi perah nasional juga masih tertinggal. Sejumlah rujukan menyebut populasi sapi perah sekitar 500 ribu–540 ribu ekor dengan produktivitas rata-rata 10–15 liter per ekor per hari, jauh di bawah standar global yang bisa mencapai 25–30 liter per ekor per hari.

- Advertisement -
- Advertisement -spot_imgspot_img
Berita Terbaru
- Advertisement -
Berita Lainnya
Rekomendasi Untuk Anda
- Advertisement -
- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini