Jumat, 23 Januari, 2026

Penggerebekan Narkoba di Sibolangit: Polisi Tangkap 10 Orang di Bumi Perkemahan Pramuka yang Disalahgunakan

TAJUKNASIONAL.COM Satuan Narkoba Polrestabes Medan menggerebek Bumi Perkemahan Pramuka Sibolangit, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, pada Rabu (21/1).

Lokasi yang semestinya menjadi ruang pembinaan kegiatan kepramukaan itu diduga telah berubah fungsi dan selama kurang lebih empat bulan terakhir beroperasi sebagai sarang perjudian sekaligus barak narkoba.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak menyebut pengungkapan berawal dari laporan masyarakat. Saat penggerebekan, polisi mengamankan 10 orang yang diduga terlibat aktivitas ilegal di area perkemahan.

“Bumi Perkemahan Pramuka Sibolangit seharusnya digunakan untuk kegiatan pramuka. Namun kenyataannya, lokasi ini malah dimanfaatkan sebagai tempat perjudian dan penyalahgunaan narkoba,” kata Calvijn.

Baca Juga:Kemenko Polkam Dorong Pelajar Bandar Lampung Jadi Agen Perubahan Anti Narkoba

Kesepuluh orang itu langsung dibawa ke Polrestabes Medan untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.

Calvijn menegaskan pengusutan tidak berhenti pada penangkapan awal. Polisi akan menelusuri siapa saja yang terlibat—termasuk pihak-pihak yang diduga membiarkan praktik itu berlangsung berbulan-bulan.

“10 tersangka di tempat bukit pramuka. Bandar narkoba mengambil alih fungsi itu, saya akan dalami beberapa siapa saja yang terkait di dalamnya. Kenapa ini bisa dibiarkan terjadi? Ini tidak ujuk-ujuk, setidaknya 4 bulan sudah beroperasi untuk perjudiannya, saya akan dalami untuk narkobanya,” jelas Calvijn.

Dalam penjelasannya, Calvijn menggambarkan dugaan operasi narkoba di lokasi tersebut berjalan cukup rapi dan terstruktur.

Area perkemahan disebut dijaga ketat, bahkan dipasang portal dan sekat untuk memantau lalu lintas orang yang keluar-masuk.

Para penjaga diduga menggunakan handy talky (HT) untuk berkomunikasi, membuat pengawasan di lapangan semakin efektif.

“Ini sangat terorganisir, mulai dari konsep masuknya, adanya pengawasan-pengawasan yang sangat ketat dan pengamanan-pengamanan, adanya sekat-sekat yang sangat bervariasi,” jelasnya.

Baca Juga: Jejak dan Penangkapan Dewi Astutik, Buronan Narkoba yang Diringkus di Kamboja

Polisi juga menemukan indikasi pembagian peran di antara para pelaku. Ada yang bertugas menjaga titik tertentu, ada yang menerima uang, hingga ada pihak yang menyetor hasil ke “atasan” mereka. “Di setiap titik dilengkapi dengan alat komunikasi, ada piket bong nya, ada piket yang menerima uangnya, ada yang nanti mengirimkan uangnya kepada atasnya lagi,” ujar Calvijn.

- Advertisement -
- Advertisement -spot_imgspot_img
Berita Terbaru
- Advertisement -
Berita Lainnya
Rekomendasi Untuk Anda
- Advertisement -
- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini