TAJUKNASIONAL.COM Inggris adalah satu-satunya negara di dunia yang menyematkan nama ‘Great’ atau agung dalam nama resmi negaranya.
Yakni Great Britain.
Kekaisaran Britania Raya atau Great Britain dimulai pada era 1500-an, di bawah pemerintahan Ratu Elizabeth I dan dikukuhkan pada 1707.
Perkembangan laur biasa Britania Raya menempatkan kekaisaran ini menguasai lebih dari 400 juta orang pada awal 1900-an.
Namun sejarah mentereng Britania Raya yang kini dipimpin oleh Raja Charles III itu tak membuat seorang Sergei Lavrov sungkan melayangkan cemoohan.
Baca Juga: Wabah Super Flu Meluas di Inggris, Rumah Sakit dan Sekolah Kembali Perketat Aktivitas
Baru-baru ini, sang Menteri Luar Negeri Rusia itu melayangkan sindiran kepada Inggris.
Menurut Sergei Lavrov, Inggris tak lagi layak menyandang kata ‘Great’ jika melihat posisinya di era modern saat ini.
Ia bahkan menyandingkan negara monarki konstitusi di utara Eropa itu dengan Libya pimpinan mendiang Muammar Gaddafi.
Di mana saat itu Muammar Gaddafi menamai Libya yang dipimpinnya dengan nama lengkap Great Socialist People’s Libyan Arab Jamahiriya.
“Negara (Libya era Gaddafi) itu sudah tidak ada lagi,” ujar Sergei Lavrov dirangkum dari Reuters, Senin (20/1/2026).
Pernyataan itu diutarakan Lavrov dalam sesi wawancara dengan awak media, saat ditanya pendapatnya mengenai posisi Rusia dalam isu pencaplokan Greenland yang dibawa Presiden Amerika Serikat, Donald Trump baru-baru ini.
Baca Juga: Media Inggris Ungkap Giovanni van Bronckhorst Masuk Radar Pelatih Timnas Indonesia
“Tidak ada maksud menyinggung (menyebut Inggris tak pantas menyandang kata Great di nama resmi negara),” ujar Lavrov menambahkan.
Hubungan Buruk Rusia Vs Inggris
Hubungan bilateral Inggris dan Rusia sendiri saat ini memang berada di titik nadir.
Di Rusia sendiri, Inggris kerap ditampilkan sebagai “musuh publik nomor satu,” !


