KKB Ancam Tembak Rombongan Wapres, Gibran Batal ke Yahukimo
setelah aparat keamanan menerima informasi adanya ancaman serius dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Rencana kunjungan kerja Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ke Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, resmi dibatalkan demi menjaga keselamatan VVIP.
Ancaman tersebut disampaikan oleh kelompok bersenjata yang disebut berencana menembak rombongan Wakil Presiden apabila kunjungan tetap dilaksanakan. Aparat keamanan menilai situasi di Yahukimo tidak kondusif untuk kunjungan pejabat negara.
Ancaman KKB Dinilai Membahayakan Keamanan VVIP
Informasi intelijen menyebutkan bahwa KKB/TPNPB secara terbuka menyampaikan ancaman terhadap rombongan Wakil Presiden. Ancaman ini menjadi pertimbangan utama dalam pengambilan keputusan pembatalan kunjungan.
Sebagai langkah preventif, aparat keamanan langsung melakukan evaluasi situasi lapangan. Hasilnya, keamanan VVIP di Yahukimo dinilai belum memungkinkan, sehingga opsi terbaik adalah membatalkan agenda kunjungan.
Pangdam Cenderawasih Sarankan Pembatalan
Panglima Kodam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Amrin Ibrahim, menegaskan bahwa keputusan pembatalan diambil berdasarkan pertimbangan keamanan yang matang.
“Saya selaku Komandan Satuan Tugas Pengamanan VVIP, karena melihat pertimbangan keamanan di Yahukimo sampai dengan pagi ini, saya menyarankan kepada Bapak Wakil Presiden untuk tidak melakukan kunjungan ke Yahukimo,” ujar Mayjen TNI Amrin Ibrahim.
Pernyataan ini menegaskan bahwa keselamatan Wakil Presiden dan rombongan menjadi prioritas utama negara.
Gibran dan Rombongan Kembali ke Jakarta
Setelah keputusan diambil, Gibran Rakabuming Raka beserta rombongan langsung kembali ke Jakarta. Seluruh rangkaian kegiatan di Papua Pegunungan yang melibatkan Yahukimo pun dibatalkan.
Langkah ini sekaligus menunjukkan keseriusan pemerintah dalam merespons setiap potensi ancaman terhadap pejabat negara, terutama di wilayah yang masih rawan gangguan keamanan.
Baca Juga KKB Bakar Sekolah di Papua Pegunungan, Aparat Lakukan Respons Cepat
Situasi Keamanan Papua Pegunungan Jadi Sorotan
Insiden ini kembali menyoroti kondisi keamanan di Papua Pegunungan, khususnya Yahukimo, yang masih menjadi area rawan aktivitas KKB. Pemerintah bersama aparat TNI–Polri terus melakukan pendekatan keamanan dan stabilisasi wilayah.
Meski Gibran batal ke Yahukimo, pemerintah menegaskan komitmennya untuk tetap memperhatikan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Papua melalui skema dan pendekatan yang aman.


