Selasa, 20 Januari, 2026

Menteri PU: Tata Kelola Infrastruktur Berkelanjutan Menuju Indonesia Maju 2045

TAJUKNASIONAL.COM Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat tata kelola infrastruktur berkelanjutan sebagai dasar utama pembangunan nasional menuju Indonesia Maju 2045. Hal itu disampaikannya saat membuka Indonesia International Sustainability Forum (IISF) 2025 di Jakarta, Jumat (10/10/2025).

Menurut Menteri Dody, setiap proyek yang dibangun Kementerian Pekerjaan Umum (Kementerian PU) bukan sekadar konstruksi fisik, melainkan investasi nilai dan warisan bangsa. Ia menekankan bahwa infrastruktur berkelanjutan harus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, kelestarian lingkungan, dan keadilan sosial.

“Setiap infrastruktur yang kita bangun bukan hanya tentang kemajuan hari ini, tetapi tentang warisan yang kita tinggalkan bagi anak cucu kita. Infrastruktur yang bijak adalah yang mempersatukan, bukan memisahkan,” ujar Menteri Dody.

Baca Juga: Kementerian PU Alokasikan Rp13,08 Miliar untuk Preservasi Jalan dan Jembatan di Sintang

Kementerian PU, lanjutnya, terus menyesuaikan arah pembangunan dengan komitmen global seperti Sustainable Development Goals (SDGs), Paris Agreement, dan Sendai Framework for Disaster Risk Reduction. Ketiga pedoman internasional tersebut diterjemahkan ke dalam standar teknis nasional serta mekanisme pengawasan terpadu agar pembangunan berjalan transparan dan berorientasi hasil.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Dody juga memperkenalkan visi PU608, yang menjadi bagian dari visi besar Presiden Prabowo Subianto untuk membangun Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur pada 2045.

Visi PU608 mencakup tiga sasaran strategis: Efisiensi investasi dengan rasio ICOR di bawah 6, Penghapusan kemiskinan menuju 0%, dan Pertumbuhan ekonomi 8% pada 2029.

“Pendekatan ini diwujudkan melalui penetapan 50 kota dan kawasan prioritas serta berbagai Instruksi Presiden yang menekankan pembangunan irigasi untuk ketahanan pangan, rehabilitasi sekolah, jalan daerah untuk konektivitas, serta zona terpadu pangan, energi, dan air,” jelasnya.

Baca Juga: IKUTI BERITA TERBARU TAJUK NASIONAL, MELALUI MEDIA SOSIAL KAMI

Menteri Dody menambahkan, pembangunan infrastruktur kini tidak hanya berfokus pada kekuatan fisik, tetapi juga pada dampak sosial dan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Ia mencontohkan pembangunan infrastruktur pendidikan yang memiliki peran strategis dalam pengentasan kemiskinan dan peningkatan daya saing generasi muda.

“Bagi kami, ruang kelas bukan sekadar bangunan; itu adalah pintu keluar dari kemiskinan. Ini bukan konstruksi, tapi pembebasan,” tegasnya.

Melalui pendekatan ini, Kementerian PU berkomitmen menjadikan setiap infrastruktur sebagai warisan peradaban yang menyejahterakan rakyat sekaligus menjaga keberlanjutan bumi untuk generasi mendatang.

IKUTI BERITA TERBARU TAJUK NASIONAL, MELALUI MEDIA SOSIAL KAMI

- Advertisement -
- Advertisement -spot_imgspot_img
Berita Terbaru
- Advertisement -
Berita Lainnya
Rekomendasi Untuk Anda
- Advertisement -
- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini