TajukNasional Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan target pemerintah untuk menyelesaikan 61 proyek infrastruktur bendungan di berbagai daerah paling lambat akhir tahun 2024.
Pernyataan tersebut disampaikan Jokowi usai meresmikan Bendungan Leuwikeris di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, pada Kamis (28/8).
“Yang belum selesai nanti diselesaikan tahun depan, 61 bendungan. Atau nanti akhir Desember mungkin bisa targetnya tercapai,” ujar Presiden Jokowi.
Bendungan Leuwikeris merupakan bendungan ke-45 dalam program pembangunan bendungan yang didanai oleh pemerintah.
Dalam pernyataannya, Jokowi juga mengungkapkan bahwa terdapat delapan bendungan lain, selain Leuwikeris, yang siap beroperasi dan akan segera diresmikan.
“Masih ada delapan lagi yang segera kita resmikan. Berarti, totalnya ada 53,” tambah Jokowi.
Presiden Jokowi menyoroti pentingnya pengelolaan air dalam mendukung kesejahteraan masyarakat dan sektor pertanian.
“Sekali lagi, air adalah sumber kehidupan. Oleh sebab itu harus dikelola dengan baik untuk manfaat rakyat, untuk manfaat masyarakat, untuk manfaat petani,” tegas Jokowi.
Bendungan Leuwikeris, yang memiliki kapasitas daya tampung 81 juta meter kubik air, menelan anggaran sebesar Rp3,5 triliun.
Anggaran ini jauh lebih besar dibandingkan bendungan lainnya yang umumnya berkisar antara Rp800 miliar hingga Rp1 triliun.
Pembangunan bendungan ini memerlukan waktu delapan tahun untuk diselesaikan, dengan luas genangan air mencapai 243 hektare.
Jokowi menambahkan bahwa jika target 61 bendungan tidak tercapai tahun ini, pemerintah akan melanjutkannya ke program pembangunan infrastruktur tahun 2025.
Ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan kapasitas pengelolaan air guna mendukung berbagai sektor, termasuk pertanian dan kebutuhan masyarakat.